Tak Ingin Stres! Tengku Dewi Ungkap Alasan Kembali Menjadi DJ

Tak Ingin Stres! Tengku Dewi Ungkap Alasan Kembali Menjadi DJ

Tak Ingin Stres Menjadi Alasan Tengku Dewi Kembali Menekuni Profesi Disc Jockey (DJ), Setelah Sempat Vakum. Ia Kini Memilih Aktivitas Yang Membuatnya Tetap Produktif. Keputusan Ini Juga Berkaitan Dengan Keinginannya Mengatur Waktu Bersama Kedua Anak. Selain Itu, Dunia Musik Memberinya Kesempatan Untuk Menyalurkan Minat.

Tak Ingin Stres Bukan Berarti Tengku Dewi Mengabaikan Tanggung Jawab Sebagai Ibu. Sebaliknya, Ia Berusaha Menemukan Keseimbangan Antara Pekerjaan, Keluarga, Dan Kebutuhan Pribadi. Meski begitu, keputusan tersebut bukan berarti ia mengesampingkan keluarga. Tengku Dewi tetap memperhitungkan jadwal dan kebutuhan kedua anaknya. Dengan begitu, pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa berjalan beriringan.

Ia pun berusaha menjaga kesehatan agar aktivitas malam tidak mengganggu rutinitas pada hari berikutnya. Di sisi lain, profesi DJ memberinya kesempatan untuk tetap produktif. Ia tidak harus menjalani jadwal kerja panjang seperti proses produksi sinetron. Namun, setiap pekerjaan tetap memiliki tantangan tersendiri. Ia harus menyesuaikan waktu istirahat dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

Pilihan tersebut juga menunjukkan bahwa perjalanan karier seseorang dapat berubah mengikuti kebutuhan hidup. Tengku Dewi tidak harus terpaku pada satu bidang pekerjaan. Ia bisa mengeksplorasi kembali kemampuan yang dimiliki selama aktivitas tersebut tetap sesuai dengan prioritasnya

Kembali Menjadi DJ Setelah Vakum Bertahun-Tahun, Tengku Dewi Memilih Pekerjaan Dengan Jadwal Yang Lebih Fleksibel

Kembali Menjadi DJ Setelah Vakum Bertahun-Tahun, Tengku Dewi Memilih Pekerjaan Dengan Jadwal Yang Lebih Fleksibel. Tengku Dewi kembali menjalani profesi DJ setelah sempat vakum selama kurang lebih delapan tahun. Keputusan tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya. Ia mempertimbangkan sejumlah hal sebelum kembali tampil di dunia musik.

Salah satunya adalah waktu kerja yang dinilai lebih mudah disesuaikan dengan tanggung jawab keluarga. Menurut penjelasannya, penampilan DJ biasanya berlangsung pada malam hari. Durasi pekerjaan juga relatif singkat, yakni sekitar dua jam. Kondisi tersebut membuatnya memiliki kesempatan untuk tetap menjalankan rutinitas sebagai ibu.

Selain itu, ia bisa kembali melakukan aktivitas yang disukai tanpa harus meninggalkan perannya dalam mengurus anak. Pilihan ini memperlihatkan bahwa Tengku Dewi berusaha mencari pola kerja yang sesuai dengan kehidupannya saat ini. Tak Ingin Stres menjadi salah satu alasan Tengku Dewi kembali aktif sebagai DJ. Baginya, musik bukan hanya pekerjaan untuk memperoleh penghasilan.

Aktivitas tersebut juga menjadi cara untuk menikmati kembali minat yang pernah ia tekuni. Setelah menjalani berbagai tanggung jawab sebagai ibu, ia membutuhkan kegiatan yang dapat memberikan suasana berbeda. Karena itu, kembali ke dunia DJ menjadi pilihan yang menarik. Ia dapat bertemu dengan lingkungan musik sekaligus menyalurkan energi melalui penampilan di hadapan penonton.

Tak Ingin Stres! Tengku Dewi Tetap Mengutamakan Kedua Anak Saat Mengatur Jadwal Pekerjaan Sebagai DJ

Tak Ingin Stres! Tengku Dewi Tetap Mengutamakan Kedua Anak Saat Mengatur Jadwal Pekerjaan Sebagai DJ. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tetap berusaha mengantar anak-anak ke sekolah. Rutinitas tersebut tetap menjadi perhatian meskipun ia harus bekerja pada malam sebelumnya. Oleh sebab itu, ia berusaha memilih jadwal tampil yang tidak terlalu mengganggu aktivitas keluarga.

Tengku Dewi biasanya menerima pekerjaan DJ pada akhir pekan. Dengan pengaturan tersebut, ia memiliki kesempatan untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama anak-anak. Ia juga perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar. Pasalnya, pekerjaan malam dapat memengaruhi waktu tidur apabila tidak diatur dengan baik. Melalui pilihan jadwal yang lebih terencana, ia berusaha mempertahankan perannya sebagai ibu sekaligus pekerja.

Selain kembali menekuni dunia musik, Tengku Dewi juga menjelaskan pertimbangannya dalam memilih pekerjaan. Ia menilai jadwal syuting sinetron dapat menyita waktu lebih banyak. Proses produksi terkadang berlangsung sejak pagi hingga malam. Situasi tersebut tentu membutuhkan komitmen waktu yang cukup besar.

Bagi seorang ibu dengan anak yang masih membutuhkan pendampingan, pengaturan waktu menjadi hal penting. Tengku Dewi perlu mempertimbangkan kegiatan sekolah, waktu bermain, serta kebutuhan sehari-hari kedua buah hatinya. Karena itu, pekerjaan dengan durasi lebih singkat menjadi alternatif yang menarik.